24 Oktober 2015

Artikel KaltimPost: Paham Sebelum Share

Dosen sekaligus Ketua LP3M STMIK SPB Airlangga Bp. Muhammad Fadli, M.Si a.k.a. Bp. Ade Fadli dijadikan narasumber dalam tulisan di Kaltim Post, 11 Oktober 2015, mengenai media sosial. Ini menunjukkan bahwa eksistensi almamater kita semakin diakui di masyarakat. Berikut salinan tulisan tersebut yang diambil dari website KaltimPost.




Paham sebelum Share

MASKULIN | Minggu, 11/Oktober/2015 07:57 | dibaca: 544 kali
URL: http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/246197-paham-sebelum-share.html

MEDIA
 sosial merupakan media komunikasi ruang publik. Perlu dipahami bahwa sebagian besar tulisan, gambar, suara, maupun video di media sosial akan dapat dibaca dan dikirim ulang ke jejaring yang lebih luas. Tak akan mudah dihentikan.

Demikian dikatakan Muhammad Fadli, dosen mata kuliah Pengantar Media Sosial dan Technopreneurship STMIK SPB Airlangga, Samarinda.

Pria yang dikenal lewat akun @timpakul itu mengatakan, aktif tidaknya seseorang di media sosial lebih banyak dikaitkan dengan kebutuhan masing-masing individu, kebutuhan dalam kelompoknya, dan kebutuhan dalam pekerjaan.

Kanal media sosial adalah kanal komunikasi. Ketika kanal komunikasi tersebut diwajibkan dalam lingkungan belajar, lingkungan pekerjaan, ataupun sosialnya, individu tersebut akan semakin aktif.

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama Puskakom UI yang melakukan penelitian perilaku pengguna internet di Indonesia pada 2013-2014, didapat data pengguna internet di Kaltim sekitar 63 persen laki-laki, sisanya perempuan.

“Pengguna internet di Kalimantan berkisar 4,2 juta dari 88,1 juta pengguna internet nasional. Paling banyak untuk berjejaring sosial, kemudiansearching, mencari informasi, sisanya email dan video,” terang pria yang akrab disapa Adefadli itu.

Dijelaskannya, media sosial dapat memberikan manfaat besar bagi perubahan dan dinamika sosial masyarakat bila dilakukan dengan benar. Pemanfaatan untuk membangun gerakan kolektif, saling belajar, hingga membantu sesama dapat dikuatkan melalui media sosial. “Namun, media sosial juga dapat membawa ke arah negatif bilamana kurang tepat dalam pemanfaatan,” lanjutnya.

Masyarakat Samarinda terbilang baik menggunakan media sosial. Hampir sebagian besar informasi kota diperoleh dari media sosial. Banyak pula berbagai komunitas terbangun dari media sosial.

“Saya, kawan-kawan aktivis informasi online, dan kampus selalu terbuka berbagi pengetahuan terkait pemanfaatan internet dan media sosial positif dan terhindar dari ancaman kejahatan dunia maya,” kata Adefadli, Selasa (29/9).

Ia juga menambahkan, setiap pengguna harus memahami bahwa setiap yang dibagikan di media sosial sulit dihapus. Dengan demikian, penting bagi pengguna media sosial memahami etika berinternet (internet sehat).

Selain itu, akan lebih berguna bila memanfaatkan internet dan media sosial sebagai media berbagi pengetahuan dan menggali kebanggaan terhadap Samarinda. “Yang terpenting, jangan pernah menghalangi penggunaan media sosial sebagai media berekspresi online. Berikan arah yang lebih baik bagi penggunanya,” imbuh pria yang aktif sebagai blogger sejak 2000 itu. (*/rdm/bby/k16)