27 Maret 2016

Sambutan Ketua STMIK SPB Airlangga di Hari Jadi ke-8 Tahun 2016

Assalamualaikum WW, salam sejahtera utk semua.

Seluruh sivitas akademika STMIK SPB Airlangga yang saya banggakan. Ahamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala keberkahan yang kita dapatkan di almamater kita tercinta ini.

Hari ini kita merayakan hari jadi institusi kita. Tidak terasa sudah 8 tahun terbentuk. Begitu banyak tantangan yang telah kita hadapi, termasuk pergantian manajemen dan upaya sangat berat meraih akreditasi 2 prodi dan 1 institusi. Namun dengan ridho Allah SWT serta usaha keras semua pihak, yayasan, jajaran manajemen, dan mahasiswa, kita berhasil melewati kerikil tajam yang terhampar di depan kita. Saat ini, di bawah payung Airlangga Education Group kita telah berhasil meraih akreditasi untuk semua prodi dan institusi kita.

Menurut peringkat perguruan tinggi dari Dikti, STMIK SPB Airlangga berada di peringkat 2084 nasional dari 3320 institusi yang ada. Itu artinya kita TIDAK TERMASUK dalam 37% yang terendah se-Indonesia, tetapi kita ada di 63% tertinggi. Itu adalah pencapaian yang luar biasa untuk STMIK SPB Airlangga yang masing termasuk "anak bawang" di kancah pendidikan tinggi Indonesia. Perlu dicatat bahwa data peringkat tersebut disusun saat hasil akreditasi S1 SI kita belum keluar. Ada peluang besar bahwa peringkat kita saat ini sudah lebih tinggi lagi.

Begitu banyak pencapaian yang kita raih dalam kurun waktu 8 tahun ini, baik dari sisi akademik, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Di level lokal, nasional, bahkan internasional.

Pertanyaannya, apakah kita sudah puas dan merasa cukup? Jelas tidak. Apakah kita sudah tergolong berhasil? Pasti belum.
Jika ada diantara kita sudah merasa bangga dan merasa bahwa STMIK SPB Airlangga sudah sukses, maka perlu saya peringatkan Anda bahwa perjalanan kita masih jauh sekali. Kita belum ada apa-apanya dibanding ITB, Universitas Indonesia, Binus University, UGM, ITS, apalagi dibanding Stanford University. Dari semua aspek, mulai dari infrastruktur, SDM, keuangan, hingga prestasi, serta berbagai aspek lainnya. Bahkan dengan perguruan tinggi top di Samarinda pun kita masih ketinggalan.

Pasti ada diantara Anda sekalian yang bertanya dalam hatinya, adilkah membandingkan STMIK SPB Airlangga dengan intitusi top tersebut? Apakah pimpinan kami terlalu ambisius memasang target terlalu tinggi dan lupa memijak bumi? Gedung saja tidak punya, kuliah saja hanya bisa malam dan akhir minggu, bagaimana mau melaju ke tingkat dunia?

Anda normal jika berpikir demikian.

Namun harus saya jelaskan bahwa pada saat STMIK SPB Airlangga didirikan 8 tahun yang lalu serta pada saat dipindahkan pengelolaannya 4 tahun lalu, kondisi kita sangat memprihatinkan. Ibarat orang sakit, keadaan kita tergolong parah. Perlu tindakan pengobatan tingkat tinggi untuk mampu sembuh dan sehat kembali. Perlu komitmen sangat kuat untuk mampu keluar dari berbagai kesulitan yang ada. Perlu motivasi sangat tinggi untuk mampu bangkit. Perlu cita-cita setinggi langit agar tetap punya semangat berbuat yang terbaik.

Jika kita hanya berkeinginan menjadi sesuatu yang biasa saja. Yang penting terakreditasi, yang penting sesuai standar, maka saya pastikan 10-20 tahun kedepan kita akan tidak banyak berubah. Mungkin peringkat kita tetap diatas 1000. Mungkin tidak akan pernah ada dosen dan mahasiswa kita yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Mungkin kita akan tetap kuliah di gedung sempit ini bersama siswa SMK TI Airlangga.

ITB sudah berumur 96 tahun, UGM 67 tahun, Stanford Univerity 131 tahun. Mereka sudah sangat jauh berlari di depan kita yang baru berusia 8 tahun. Bahkan dibanding Wicida yang sudah berusia 25 tahun, kita tergolong masih anak kelas 2 SD dibanding Wicida yang sedang kuliah S2.

Apakah kita harus menunggu 88 tahun untuk mencapai tingkat seperti ITB? Atau 17 tahun lagi untuk sampai di tingkat Wicida saat ini?

Pasti tidak. Mengapa? Karena keadaan saat ini sangat memungkinkan bagi siapapun untuk berkembang cepat dan mencapai tingkatan global. Percepatan bisa dilakukan karena sumber informasi untuk maju tersedia dimana-mana, bisa diakses oleh siapapun, kapanpun. Kita bisa belajar Phyton atau Java dari sumber belajar yang sama dengan mahasiswa Stanford. Kita bisa berdiskusi dengan pakar tingkat dunia secara online mengenai materi kuliah. Kita bisa ikut seminar internasional setiap hari jika kita mau. Tidak ada kendala bahasa lagi saat ini, materi ilmu pengetahuan dalam bahasa apapun bisa dimengerti dan kita pelajari.

Semua jalan untuk membuat diri kita pintar tersedia di depan mata. Tinggal siapa yang mau dan bisa memanfaatkannya yang akan menang.

STMIK SPB Airlangga bertekad untuk memaksimalkan semua sumber belajar yang tersedia untuk memajukan kampus kita. Kita bisa lihat sendiri betapa progresifnya sebagian dosen kita dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Betapa bersemangatnya sebagian mahasiswa mengejar berbagai peluang yang terbuka lebar diluar sana. Adalah kewajiban kami dari yayasan dan manajemen untuk mendukung sepenuhnya melalui kebijakan dan investasi yang relevan.

Jangan pernah berhenti untuk berusaha menjadi lebih baik, menjadi yang terbaik. Hidup akan menjadi tidak bermakna jika kita hanya berpangku tangan dan malas keluar dari status quo. Sivitas akademika STMIK SPB Airlangga adalah komunitas yang progresif, selalu ingin lebih baik, dan tidak pernah berhenti mencari terobosan. Kita ingin bermanfaat bagi masyarakat, menjadi kebanggaan keluarga.

Akhirnya, selamat ulang tahun bagi kita semua, keluarga besar STMIK SPB Airlangga. Kita kuatkan tekad untuk menjadi yang terbaik. Semoga Allah SWT memudahkan dan mensukseskan langkah kita semua.

Assalamualaikum WW.

Hormat saya,
Mohamad Adriyanto
Ketua